Parkin (2004) mengatakan bahwa seorang pendongeng mengemban tugas untuk menjaga kelengkapan sebuah cerita dengan mengekspresikan apa yang tidak mampu diekspresikan dalam cerita. Melalui kegiatan mendongeng, seorang pendongeng dapat melatih kemampuannya dalam mempersepsi dan mengekspresikan   emosi   dengan  tepat, yang berdampak pada kemampuannya dalam mengembangkan self-awareness.

Pendongeng yang baik harus mampu memberikan gambaran audio visual melalui kata-kata, gerak tubuh, ekspresi wajah dan suara. Namun dalam kehidupan sehari-hari, seringkali manusia mengalami fluktuasi emosi. Orang tua pun tidak selalu mempunyai keadaan emosi yang baik. Guna menjaga keutuhan cerita, orang tua yang sedang mendongeng harus mampu mengatasi dan meregulasi fluktuasi emosi mereka yang menuntut self-control yang baik.

Selanjutnya, pendongeng harus mampu berempati dengan karakter yang diceritakan untuk mengetahui perasaan yang ingin digambarkan oleh sebuah cerita. Kegiatan mendongeng memfasilitasi pendongeng untuk mengembangkan kemampuannya untuk berempati dengan karakter dalam cerita.

xanax-wiki.com/

Articles Category

Baiklah Kak Kus, bantu saya untuk bisa mendongeng

Daftar Member