• Dongeng Alat Penyampai Pesan/Moral Kepada Anak

     

    Setiap dongeng yang kita bawakan harus memiliki pesan moral. Pesan moral yang kita sampaikan bisa diawal, ditengah atau diakhir dongeng sebagai kesimpulan. Dongeng yang merupakan salah satu media yang efektif untuk mendidik anak, tentunya dapat dimanfaatkan untuk memberikan pesan-pesan moral kepada anak. Nilai-nilai moral dalam dongeng terejawantah atau mewujud melalui perilaku dan dialog antar tokoh.

  • Dongeng Menambah Pengetahuan dan Pengalaman Batin

     

    Dengan mendongeng sesuatu hal / persitiwa yang anak-anak belum pernah mengetahui atau mengalaminya.Dongeng menawarkan kesempatan anak-anak menginterprestasi dengan mengenali kehidupan di luar pengalaman langsung mereka. Mereka diperkenalkan pada pola dan motivasi tingkah laku manusia. Dengan demikian, mereka dipersiapkan menghadapi dunia yang lebih luas dan besar.

  • Dongeng sebagai Pendidikan Bahasa dan Kosakata

     

    Dongeng merupakan cara yang sangat baik untuk mengembangkan daya pemahaman dan bicara, mendengarkan dan berkonsentrasi, mendengarkan dan memperhatikan, serta dapat menambah perbendaharaan kata baru. Bila mendongeng dengan menggunakan buku, maka hal ini merupakan proses belajar membaca dan menulis.

  • Kegiatan Mendongeng

    Kegiatan mendongeng skala kecil dapat dilakukan kepada anak-anak kita di rumah. Menikmati sebuahdongeng, sudah mulai tumbuh pada seorang anak semenjak ia mulai mengerti akan suatu kejadian yang terjadi di sekitarnya dan setelah memorinya mampu menangkap beberapa kabar cerita. Masa tersebut mulai pada akhir tahun ketiga  usia seorang anak yang belia dapat memperhatikan penyampaian cerita sesuai dengan karakter anak tersebut.

    Ia akan mendengarkan cerita tersebut dan menikmatinya, ia akan meminta cerita tersebut diceritakan kembali.Dongeng yang disajikan dengan baik membangun sejenis energi yang istimewa antara si pendongeng dan pendengar.

  • Kontak Batin Pendongeng dan Pendengarnya

     

    Seorang pendongeng saat membawakan dongengnya akan terjadi kontak batin dengan pendengarnya. Kontak batin ini terlihat saat pendengarnya menikmati dongeng yang kita sampaikan. Begitu sebaliknya, bila pendengar tidak memperhatikan kita, berbicara sendiri atau membuat gaduh, maka terlihat sekali tidak ada kontak batin dengan pendongengnya, dan bisa dikatakan bahwa pendongeng ini “gagal” dalam menyampaikan dongengnya

  • Melatih Daya Pikir Anak Lewat Dongeng/Cerita

    Menurut sejumlah psikolog anak, mendongengi anak-anak sejak masa usia prasekolah banyak sekali mendatangkan manfaat bagi perkembangan otak serta mental anak.

    Melatih daya pikir Saat Anda mendongeng, anak biasanya akan mengingat alur cerita serta karakter atau tokoh yang ada dalam cerita yang Anda dongengkan kepadanya. Selain itu, anak juga ditantang rasa ingin tahunya menyangkut apa yang akan terjadi dengan tokoh yang ada dalam cerita. Secara demikian, ini akan melatih daya berpikirnya.
    Merangsang daya visual Dongeng yang Anda ceritakan kepada anak Anda dapat membangkitkan daya visual anak. Ketika Anda, misalnya menceritakan soal api unggun yang dinyalakan, maka anak Anda mungkin saja segera membayangkan suasana gelap dan dingin di mana sejumlah orang berusaha sedang menghangatkan diri mereka dengan nyala api unggun. Pada titik seperti ini, anak sedang mengembangkan daya visualnya.

    Memahami orang lain Berbagai tokoh yang ada dalam dongeng yang Anda ceritakan sedikit banyak akan membuat anak memahami hal-hal tentang adanya berbagai sifat serta ciri dari tokoh-tokoh dalam dongeng. Dengan memahami tokoh-tokoh cerita dengan berbagai sifat dan cirinya itu, anak belajar melihat berbagai perbedaan bahwa setiap individu memiliki perbedaan yang khas, termasuk dirinya sendiri.
    Mengenalkan budaya yang berbeda Cerita-cerita rakyat yang Anda dongengkan kepada sang anak misalnya, bisa menambah pengetahuan anak tentang budaya, nilai, serta tradisi dari berbagai kelompok masyarakat yang berbeda di berbagai kawasan dunia. Ini merupakan salah satu bentuk pendidikan tersendiri bagi anak Anda.

    https://xanax-wiki.com/xanax-drug-interactions/

  • Metode Mendidik Anak Melalui Dongeng/Cerita

    Metode yang paling tepat dan efektif untuk mendidik anak, dengan media dongeng/cerita. Sebab, sebuah dongeng atau cerita bisa merangkum berbagai fungsi yaitu sebagai penyampai pesan dan nilai, penambah pengetahuan dan pengalaman batin, serta membantu proses identifikasi diri dan perbuatan anak.

    Selain itu, dongeng juga mempunyai fungsi hiburan, mendidik emosi, imajinasi, dan kreativitas, serta menambah kemampuan berbahasa, dan kosa kata anak didik.

    Dengan menguasai teknik mendongeng yang baik, berarti seorang guru berkesempatan menggali potensi kecerdasan anak, baik kecerdasan intelegensi, emosi sosial, maupun spiritual.

    Lewat dongeng bisa mengaduk-aduk rasa ingin tahu anak melalui berbagai jenis cerita, seperti cerita tentang hewan atau fabel dan tentang kemanusiaan serta benda-benda di sekitarnya. Lewat dongeng, juga bisa menyihir anak untuk selalu ingat berbagai nilai dan pengetahuan yang diselipkan dalam sebuah cerita.

  • Otak Alat Narasi dalam Dunia Cerita/Dongeng

    Cerita adalah narasi pribadi setiap orang, dan setiap orang suka menjadi bagian dari satu peristiwa, bagian dari satu cerita, dan menjadi bagian dari sebuah cerita adalah hakikat cerita.

    Otak manusia juga disebut sebagai alat narasi yang bergerak dalam dunia cerita. Semua dapat mengingat dan mengenal mengenal dunia adalah karena keadaan cerita itu. Kalau semua pengetahuan itu tidak disimpan dalam bentuk cerita, tak akan bisa diingat. Itulah sebabnya segala yang disimpan dalam bentuk cerita jauh lebih bermanfaat dan bermakna daripada segala yang dijejalkan ke dalam otak hanya dalam bentuk fakta-fakta atau sekuen-sekuen yang sama sekali sulit dicari antar hubungannya.

  • Pendidikan Emosi Anak Dengan Dongeng

     

    Di hampir seratus tahun yang lalu, Thorndike, mengatakan bahwa ada hal lain yang lebih penting daripada IQ. Berkaitan dengan hal ini, Goleman (1995) menyebutkan bahwa IQ hanya menyumbangkan 20% dari kesuksesan individu, 80% dari kesuksesan individu ditentukan oleh kecerdasan emosional.

    Emosi anak harus dididik sejak kecil, misalnya dengan dongeng sehingga anak mengerti tentang cinta, emosi kesedihan, gembira dan sebagainya

  • Pengertian Dongeng

    Kita sering mendengar kata “Dongeng”, namun kadang kita tidak mengetahui pengertian dongeng yang sebenarnya. Pengertian dongeng dari beberapa literatur yakniDongeng termasuk dalam cerita rakyat lisan.Menurut Danandjaja (1984) cerita rakyat lisan terdiri atas mite, legenda, dan dongeng.Mite adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan dianggap suci oleh yang empunya cerita. Mite ditokohkan oleh ou makhluk setengah dewa. Peristiwanya terjadi di dunia lain, bukan di dunia seperti yang kita kenal sekarang, dan terjadi pada masa lampau.Sedangkanlegenda adalah cerita rakyat yang mempunyai ciri-ciri miripi dengan mite, yaitu dianggap benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci. Legenda ditokohkan oleh manusia, walaupun kadang-kadang mempunyai sifat luar biasa dan sering kali dibantu oleh makhluk-makhluk ajaib. Tempat terjadinya adalah di dunia seperti yang kita kenal sekarang, dan terjadinya belum terlalu lampau.

    Sebaliknya,dongeng adalah cerita rakyat yang tidak dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita dan dongeng yang tidak terikat oleh waktu maupun tempat. Dongeng yang diceritakan terutama untuk hiburan, walaupun banyak juga dongeng yang melukiskan kebenaran, berisi ajaran moral, bahkan sindiran.

     

  • Riwayat Dongeng

     

             MasyarakatIndonesia sudah mengenal dongeng sejak zaman dulu. Pada jaman kerajaan, hidup para pendongeng dijamin oleh raja. Mereka pun mendapat gelar kehormatan dari kerajaan. Saat raja sedang berduka, pendongeng diundang ke istana senagai ”pelipur lara”. Tak heran bila pada masa itu juru dongeng juga mempunyai peranan penting sebagai juru hibur bagi kerabat kerajaan.

                Di luar istana, nenek moyang kita ternyata juga hebat dalam hal mendongeng. Petualangan di rimba raya atau samudera luas, mereka dongengkan dengan penuh kebanggan. Dongeng itu pun diteruskan secara turun temurun, dari satu generasi ke generasi berikutnya.

    Kita juga mengenal istilah juru dongeng di Indonesai. Di Aceh tukang cerita disebut’pmtoh (kope)’sedangkan di Jawa ada yang disebut sebagai”tukang kentrung”. Tukang kentrung berkeliling dari satu tempat ke tempat lain sambil membawa semacam tambur yang disebut ’terbang’. Di Jakarta (Betawi) ada’syahibul hikayat’. Mereka mendongeng sambil diiringi alat-alat tersebut dan cerita-cerita yang dituturkan biasanya bersifat religius atau magic.

     

     

Baiklah Kak Kus, bantu saya untuk bisa mendongeng

Daftar Member