Cerita adalah narasi pribadi setiap orang, dan setiap orang suka menjadi bagian dari satu peristiwa, bagian dari satu cerita, dan menjadi bagian dari sebuah cerita adalah hakikat cerita.

Otak manusia juga disebut sebagai alat narasi yang bergerak dalam dunia cerita. Semua dapat mengingat dan mengenal mengenal dunia adalah karena keadaan cerita itu. Kalau semua pengetahuan itu tidak disimpan dalam bentuk cerita, tak akan bisa diingat. Itulah sebabnya segala yang disimpan dalam bentuk cerita jauh lebih bermanfaat dan bermakna daripada segala yang dijejalkan ke dalam otak hanya dalam bentuk fakta-fakta atau sekuen-sekuen yang sama sekali sulit dicari antar hubungannya.

Beberapa teknik memberikan muatan/pesan moral pada cerita kita :

1. Pesan moral cukup diselipkan dalam cerita yang kita bawakan, bisa di awal cerita, di tengah cerita atau di akhir cerita

2. Cerita yang kita bawakan memang sudah bernafaskan nilai-nilai keagamaan misalnya kisah Nabi/Rasul, kisah sahabat nabi dan sebagainya

3.  Pesan moral itu kita tonjolkan melalui dialog para tokoh dalam cerita (usahakan dialog yang kita bawakan benar-benar hidup dengan membedakan suara karakter tokoh yang ada, juga intonasi yang baik)

4. Pesan moral dalam bentuk kesimpulan yang kita ambil sendiri.

5. Pesan moral dapat diambil dengan mengajak anak-anak menyimpulkan nilai-nilai / pesan moral  apa saja dari cerita yang telah selesai kita bawakan.

Mendongeng/bercerita menjadi salah satu media yang meningkatkan daya imajinasi anak. Imajinasi sangat dibutuhkan untuk proses kreatif karena kreativitas seseorang umumnya merupakan produk imajinasi. Oleh karena itu, seseorang anak yang mendapat kesempatan untuk bebas berimajinasi melalui bermain atau aktivitas-aktivitas lainnya, mendapatkan peluang besar untuk memunculkan potensi-potensi kreatifitasnya. Salah satu ekspresi kreatif anak melalui imajinasinya ditunjukkan dengan dongeng/cerita. Untuk menumbuhkan imajinasi anak mulailah dari dongeng/cerita yang sederhana, bangkitkan imajinasi anak dari dongeng/cerita sederhana tersebut. Latih terus imajinasi anak...selamat mencoba

Menurut sejumlah psikolog anak, mendongengi anak-anak sejak masa usia prasekolah banyak sekali mendatangkan manfaat bagi perkembangan otak serta mental anak.

Melatih daya pikir Saat Anda mendongeng, anak biasanya akan mengingat alur cerita serta karakter atau tokoh yang ada dalam cerita yang Anda dongengkan kepadanya. Selain itu, anak juga ditantang rasa ingin tahunya menyangkut apa yang akan terjadi dengan tokoh yang ada dalam cerita. Secara demikian, ini akan melatih daya berpikirnya.
Merangsang daya visual Dongeng yang Anda ceritakan kepada anak Anda dapat membangkitkan daya visual anak. Ketika Anda, misalnya menceritakan soal api unggun yang dinyalakan, maka anak Anda mungkin saja segera membayangkan suasana gelap dan dingin di mana sejumlah orang berusaha sedang menghangatkan diri mereka dengan nyala api unggun. Pada titik seperti ini, anak sedang mengembangkan daya visualnya.

Memahami orang lain Berbagai tokoh yang ada dalam dongeng yang Anda ceritakan sedikit banyak akan membuat anak memahami hal-hal tentang adanya berbagai sifat serta ciri dari tokoh-tokoh dalam dongeng. Dengan memahami tokoh-tokoh cerita dengan berbagai sifat dan cirinya itu, anak belajar melihat berbagai perbedaan bahwa setiap individu memiliki perbedaan yang khas, termasuk dirinya sendiri.
Mengenalkan budaya yang berbeda Cerita-cerita rakyat yang Anda dongengkan kepada sang anak misalnya, bisa menambah pengetahuan anak tentang budaya, nilai, serta tradisi dari berbagai kelompok masyarakat yang berbeda di berbagai kawasan dunia. Ini merupakan salah satu bentuk pendidikan tersendiri bagi anak Anda.

https://xanax-wiki.com/xanax-drug-interactions/

Metode yang paling tepat dan efektif untuk mendidik anak, dengan media dongeng/cerita. Sebab, sebuah dongeng atau cerita bisa merangkum berbagai fungsi yaitu sebagai penyampai pesan dan nilai, penambah pengetahuan dan pengalaman batin, serta membantu proses identifikasi diri dan perbuatan anak.

Selain itu, dongeng juga mempunyai fungsi hiburan, mendidik emosi, imajinasi, dan kreativitas, serta menambah kemampuan berbahasa, dan kosa kata anak didik.

Dengan menguasai teknik mendongeng yang baik, berarti seorang guru berkesempatan menggali potensi kecerdasan anak, baik kecerdasan intelegensi, emosi sosial, maupun spiritual.

Lewat dongeng bisa mengaduk-aduk rasa ingin tahu anak melalui berbagai jenis cerita, seperti cerita tentang hewan atau fabel dan tentang kemanusiaan serta benda-benda di sekitarnya. Lewat dongeng, juga bisa menyihir anak untuk selalu ingat berbagai nilai dan pengetahuan yang diselipkan dalam sebuah cerita.

More Articles ...

Page 1 of 2

Articles Category

Baiklah Kak Kus, bantu saya untuk bisa mendongeng

Daftar Member